Ketahui Teknik Pemasangan Perekat Bangunan agar Hasil Lebih Presisi dan Tahan Lama

Penggunaan mortar dalam konstruksi modern tidak bisa dipandang sebelah mata. Fungsi
utamanya sebagai perekat antar material bangunan, membuat kualitas dan teknik aplikasinya
sangat menentukan hasil akhir suatu proyek. Baik digunakan pada pemasangan bata ringan,
pasangan dinding batu kali, maupun pekerjaan plesteran dan acian, mortar harus diaplikasikan
dengan benar untuk mencapai kekuatan struktural yang optimal. Sayangnya, kesalahan umum
seperti pencampuran yang tidak tepat atau pengolesan yang tidak merata masih sering terjadi
di lapangan.
Agar struktur bangunan berdiri tegak, rapi, dan tahan lama, penggunaan perekat tidak hanya
harus sesuai takaran, tetapi juga mengikuti prosedur yang benar. Dalam artikel ini, kami akan
membahas langkah-langkah teknis serta tips penting dalam proses aplikasi perekat bangunan,
mulai dari persiapan alat hingga tahap pengeringan, agar Anda tidak lagi mengalami kegagalan
struktur yang disebabkan oleh kesalahan dalam pekerjaan dasar.
1. Persiapan Alat dan Permukaan
Sebelum memulai pekerjaan, siapkan seluruh alat seperti ember, sekop kecil, roskam, dan
pengaduk. Pastikan semua permukaan yang akan direkatkan sudah bersih dari debu, minyak,
atau serpihan semen lama. Permukaan yang bersih akan membuat perekat bekerja maksimal
dan tidak mudah lepas.
2. Pencampuran yang Tepat
Campurkan bahan perekat sesuai rasio yang dianjurkan, biasanya 1 bagian semen dan 5
bagian pasir bersih, atau sesuai petunjuk produk instan jika menggunakan bahan siap pakai.
Gunakan air bersih dan tambahkan sedikit demi sedikit hingga adukan menjadi homogen dan
tidak menggumpal. Jangan membuat campuran dalam jumlah besar jika tidak langsung
digunakan dalam waktu 30–45 menit.
3. Aplikasi yang Merata dan Presisi
Gunakan roskam atau sekop untuk mengoleskan perekat secara merata dengan ketebalan 3–5
mm. Pastikan setiap bata atau elemen bangunan ditekan perlahan ke tempatnya agar posisi
presisi dan tidak ada rongga udara di antara sambungan. Pemasangan yang presisi tidak hanya
membuat dinding lebih kuat, tetapi juga mempercepat proses finishing karena permukaan lebih
rata.

4. Proses Pengeringan
Setelah pemasangan, biarkan adukan mengering secara alami selama minimal 24 jam sebelum
melanjutkan ke tahap selanjutnya seperti plesteran atau pengecatan. Hindari kontak langsung
dengan air hujan selama masa pengeringan karena bisa menyebabkan adukan tidak mengeras
sempurna.
5. Tips Efisiensi Material
Rata-rata, 1 kg perekat bisa menutup area seluas 3–4 meter persegi tergantung ketebalan dan
teknik aplikasi. Gunakan adukan secukupnya untuk menghindari pemborosan. Sisa bahan bisa
dimanfaatkan untuk sambungan kecil atau area sempit agar tidak terbuang percuma.
6. Hindari Kesalahan Umum
Beberapa kesalahan umum yang harus dihindari antara lain: menggunakan air berlebih yang
menyebabkan adukan encer, mencampur bahan terlalu lama hingga kehilangan rekat, atau
langsung mengecat sebelum adukan benar-benar kering. Semua ini dapat mengurangi daya
tahan dan estetika bangunan.
Mengaplikasikan perekat bangunan tidak bisa asal-asalan. Diperlukan ketelitian, teknik yang
benar, dan pemahaman material agar hasilnya tidak hanya kokoh tapi juga rapi dan awet.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat menghindari perbaikan di kemudian
hari dan memastikan kualitas bangunan yang optimal sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *