Apa Beda Bata Ringan AAC dan CLC?

Di pasaran Anda akan menemukan 2 (dua) jenis bata ringan, yaitu AAC dan CLC.
Penting memahami apa beda bata ringan AAC dan CLC karena pemilihan keduanya
berpengaruh besar pada biaya dan konstruksi proyek. Selain itu, meski sama-sama
membutuhkan perekat bata ringan untuk pemasangannya, kedua jenis bata ini
punya formula dan tingkat kekuatan yang berbeda. Lantas, apa saja beda kedua
jenis bata ringan ini?

Beda Bata Ringan AAC dan CLC
Sebagai referensi, inilah beberapa perbedaan signifikan antara bata AAC dan CLC:
1. Bahan Dasar
AAC atau Autoclaved Aerated Concrete, adalah jenis bata yang di dalamnya
terdapat gelembung udara dan berasal dari adanya reaksi kimia. Bahan dasar dari
ACC adalah gypsum, pasir silika, semen, pasta aluminium, kalsium. dan air.
Sementara itu, CLC atau Cellular Lightweight Concrete adalah bata yang tidak
melibatkan reaksi di dalamnya sehingga tidak ada gelembung udara. Bahan dasar
CLC adalah semen, pasir, foam agent, dan yang terakhir adalah air.
2. Proses Produksi
Dari proses produksinya, dua jenis bata ringan ini pun berbeda. Untuk memproduksi
AAC, Anda membutuhkan mesin pabrikan dan biasanya produksi dalam jumlah yang
besar. Ini berbeda dengan bata ringan CLC yang bisa menggunakan mesin
konvensional. Anda pun bisa langsung memproduksi bata ini di lokasi proyek.
3. Karakter Bata Ringan
Beda bata ringan AAC dan CLC selanjutnya terletak pada karakteristiknya. Jika
Anda perhatikan, bata AAC memiliki warna yang lebih putih karena adanya

komponen pasta aluminium. Sementara itu, warna CLC cenderung lebih kusam
karena tidak ada komponen campuran yang mempengaruhi warna bata ini. Warna
yang keluar murni berasal dari campuran semen, foam agent, dan air.
4. Bobot dan Water Absorption
Umumnya bata ringan CLC memiliki bobot lebih berat, mencapai 10 kg. Tingkat
water absorption yang dimiliki bata ringan CLC juga tergolong rendah, yaitu <10%.
Sebaliknya, bata ringan jenis AAC memiliki bobot yang lebih kecil, sekitar 6 kg saja.
Water absorption bata AAC pun lebih besar, bahkan mencapai >30%.
5. Harga
Terakhir, perbedaan kedua bata ini terletak dari segi harga. Jika ingin membeli bata
AAC, Anda harus merogoh kocek yang lebih dalam karena memang harga bata ini
lebih mahal. Sebab, jenis bata ini membutuhkan tambahan campuran khusus dan
melibatkan mesin produksi. Sebaliknya harga CLC akan jauh lebih murah karena
tidak ada tambahan bahan lainnya dan tidak bergantung pada mesin pabrik.
Jika mencari bata ringan yang murah, maka CLC bisa jadi opsi yang tepat. Hanya
saja, dari segi kekuatan bata AAC memang lebih baik karena bahan penyusunnya
yang lebih kompleks.
Itulah beberapa beda bata ringan AAC dan CLC. Kedua bata ringan ini bisa menjadi
pilihan untuk kebutuhan konstruksi yang baik. Untuk memasangnya, pastikan Anda
hanya memakai perekat bata ringan berkualitas seperti dari SCG.
SCG Semen Mortar terbuat dari material berkualitas tinggi yang memastikan bata
ringan terpasang dengan baik. Selain itu, daya rekatnya juga tinggi untuk menjamin
pemasangan bata ringan bisa awet dan kuat dalam waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *